Pilihan

Selasa, 07 Oktober 2008

NABIRE ATAU ...... ?


Kondisiku saat ini memang tidak mengenakkan. Hidup seperti peziarah, tidak menentu dan sepenuhnya bergantung pada kemurahan Tuhan. Tinggal nebeng teman, mau makan hitung pinjaman. Pekerjaan? Apalagi yang satu ini. Tak satupun jua pekerjaan yang datang setelah lamar kiri kanan. Satu sisi mau cari kerjaan keluar kota Jogja gak ada keberanian karena keterbatasan keuangan.
Kemarin Sr.Inez baru memberi tawaran untuk jadi volunteer di Nabire, Papua. Menjadi relawan bagi kolese Jesuit yang baru sepuluh tahun berdiri disana. Sunguh ada rasa senang, sebab ke Papua adalah sebuah impian. Bayangan akan eksotisme Papua yang kudengar dari orang-orang yang pernah kesana, dan gambaran kesahajaan penduduk disana (terlepas dari ketidakadilan yang marak disana) membuatku ingin ke sana. Satu sisi aku tidak tahu mengapa aku resah. Ada keresahan untuk pergi ke sana. Aku butuh waktu untuk menimbang-nimbang. Discerment yang benar-benar harus hati-hati. Ohhh ... Nasib.
Tuhan jangan kehendakku, tapi kehendakMu kiranya jadi dalam hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar