Pilihan

Senin, 10 September 2012

SUARA KEGELISAHAN

Plak ... Plak ... dan darah pun menodai tanganku
Plak ... Plak ... dan beberapa kali lagi pada dini hari darah harus meninggalkan noda.

1347310725872620533
Dini hari Pkl. 14.35 WIB dan akhirnya aku memutuskan untuk bangkit berdiri. Tadinya sebelum mampu memejamkan mata, rasa sesak dan sakit menekan tubuh. Pikiran yang kalut dan beberapa ketidakmampuan mengatasi kendala psikologis membuatku terkapar di kamar sendiri. Lantas saat terpejam beberapa saat akhirnya kembali terjaga seperti pola beberapa hari lalu. Gelisah melanda pikiran dan batinku. Semakin aku bertanya dan semakin tidak ada jawab apalagi hasrat untuk meneduhkan pikiran, aku semakin

Jumat, 03 Agustus 2012

SANGGAR ARJUNA, SANGGAR CANDRADIMUKA


SANGGAR ARJUNA, SANGGAR CANDRADIMUKA*
By. Thomas Sembiring,

“Life is not reflected like a puddle. There is no flow and no life there “
A note about the Service Learning Program in Dadabong, Bantul, Yogyakarta 2012

STARTS FROM UNPREPAREDNESS
Tried to look back at the experience of Field Work Profession FE Sanata Dharma University in 2012, it was like to see the time running full speed. Just observation, adaptation, and the immediate actualization also eventually have to end with a reflection. All was brief. Left a deep impression, but not finish because it would never ever be solved. Never seemed enough time except when I finally realized that the short time it has given a lot of meaning for the future steps.
I personally do not really ready as a whole through the SLP to the state should abandon my responsibilities as the Presidium of the Central PMKRI (National Catholic Students Movement) that must be present at the National Working Meeting in Malang. Full of struggle and quite exhausting to think about how to make a decision. Consciously I understand that in fact I was in Dadabong, lived at the residence and the family business Pak Haryanto to live my responsibilities as a student. Being a coordinator for the group that

Jumat, 15 Juni 2012

MENGENAL DAN MEMAHAMI ORGANISASI


MENGENAL DAN MEMAHAMI ORGANISASI
(sebuah bahan sharing pemikiran dan pengalaman)

PENGANTAR
Dalam kehidupan kekinian, manusia senantiasa bergerak dan hidup berdinamika dalam sebuah ruang yang dikenal sebagai organisasi. Organisasi menjadi sebuah ruang bagi banyak insane untuk melatih diri dan mengembangkan gerak bersama dalam mencapai sebuah tujuan. Oleh karena itu, mengenal dan memahami dengan baik tentang organisasi pada era dewasa ini menjadi sebuah keniscayaan.
Sebagai seorang yang menjadi bagian kepengurusan organisasi, perlulah kiranya pengenalan dan pemahaman ini ditempatkan sebagai sebuah pilihan untuk menjalankan peran pengurus tersebut. Anda sekalian tentu saja sudah belajar mengenai banyak teori di kelas mengenai organisasi itu sendiri. Namun kali ini, penulis lebih banyak akan membagikan pengalaman dan ruang dialog untuk mengenal organisasi kemahasiswaan sebagai ruang interaksi kita pada saat ini. Sebuah ruang yang kita kenali sebagai

Sabtu, 02 Juni 2012

JALAN MASUK


 “Saat pikiran merasa tak ada lagi jalan keluar, pilihan akhir adalah masuk lebih dalam ke titik persoalan. Menyelami lebih jauh kerumitan logis dan tekanan emosional dengan tetap PERCAYA bila DIA setia. Berdialog sejenak bersama Paulo Coelho. BE MAGiS!”

Aku masih berada di kamar kos yang baru kutempati sepekan belakangan ini. Ruang baru yang harus kutempati, untuk memperhalus kata terpaksa oleh keadaan dan keterbatasan keuangan. Pikiranku tidak keluar seperti biasa. Seperti aku menjebak diriku di ruang kamar ini, pikiranku yang membebaskan pun enggan keluar juga cangkangnya.

Terlintas dalam pikiranku, sekali lagi di dalam pikiran, perkara-perkara yang kulewati dalam 2 hari belakangan. Sabda pada Jumat pertama di Kapel Bellarminus kemarin teringat jelas tentang kesetiaan pada perkara kecil dan perkara besar. Lalu ingatan akan materi kuliah yang kuberikan pada satu kelas dimana aku memberikan asistensi. Materi yang mengulas tentang pemujaan berhala baru dalam rupa teknologi. Pertengkaran berulang dengan seseorang yang kukasihi semalam dan yang paling sulit kukeluarkan dari labirin pikiranku adalah skripsi.

Menyelam bersama Paulo Coelho yang baru kuawali sepekan ini kulanjutkan kembali setelah Gunung Kelima menjadi penutup sebelum tidur malamku kemarin. Entah mengapa penyelaman ini menguatkan keyakinanku pada bagian akhir yang menguat dalam pikiranku. Skripsi, skripsi, dan skripsi. Ini menjadi semacam mainstream yang mempengaruhi tindakan dan cabang pikiran lainnya. Maka kuputuskan

Minggu, 27 Mei 2012

Transaksi Mudah Bersama BCA

Saya seorang mahasiswa dengan berbagai problema hidup yang menyertai perjalanan saya. Pada tahun 2010 saya yang tengah bekerja di salah satu perusahaan swasta, bermimpi dapat melanjutkan kuliah. Saya memang hanya seorang lulusan Diploma 3 di Yogyakarta. Lewat jejaring sosial saya berkenalan dengan seseorang yang menawarkan saya untuk membuat proposal kecil untuk mencoba membantu mewujudkan mimpi saya. Saya mengenalnya sebagai Rm. Adrie. Beliau kebetulan seorang imam yang bertugas di Amerika dan melalui proposal saya, beliau hendak mencarikan