Hari ini pertanyaan dalam benakku makin menumpuk. Mengapa susah kehidupan ini begitu berat untuk kubawa? Persiapan menuju Magis Gathering & World Youth Day di Sidney makin terasa lebih berat. Tak ada yang mampu kulakukan. Aku menyerah pada jalan panjang yang tak bisa kupahami. Aku terlalu rapuh untuk mengerti, terlalu lemah untuk menjalani, kendati masih ada keyakinan akan saat Ia menyatakan diri dalam hidupku yang menggelisahkan.
Tuhanku, Tuhanku, Jangan Engkau Meninggalkan Aku ...
Senin, 02 Juni 2008
Selasa, 27 Mei 2008
Jumat, 23 Mei 2008
MEMELIHARA HARAPAN
Bagaimanapun, jalan masih berliku dan panjang. Seperti putaran labirin kadang pula diri mudah disesatkan. Setiap tindakan adalah buah dari pengharapan, dari pengharapan itu pulalah kita menjaga eksistensi kehidupan.
Tuhan,
Sejauh aku memandang yang tampak di pandangan adalah kehampaan Kekosongan dan siksa yang merapuhkan. Namun jauh dalam keheningan doa dan perjumpaan Aku masih menaruh harapan untuk bertahan Demi kehidupan yang Engkau telah percayakan.
Tuhan,
Sejauh aku memandang yang tampak di pandangan adalah kehampaan Kekosongan dan siksa yang merapuhkan. Namun jauh dalam keheningan doa dan perjumpaan Aku masih menaruh harapan untuk bertahan Demi kehidupan yang Engkau telah percayakan.
Selasa, 29 April 2008
MENJELANG HARI BURUH
May Day ....
Peringatan Hari Buruh Internasional bertepatan dengan kenaikan Isa Al-Masih. Seluruh elemen buruh dan serikat kerja mesti bersatu menggalang solidaritas. Aksi turun ke jalan sebaiknya dilakukan secara simpatik dengan mengedepankan kualitas isu dan wacana yang membumi. Peningkatan kualitas hidup kaum buruh atau pekerja mesti semakin dikedepankan ditengah kegalauan perekonomian kita. Buruh juga manusia yang butuh kehidupan yang layak, anak-anak kaum buruh perlu mendapat kesempatan hidup seperti halnya anak-anak para pemodal dan pengusaha besar negeri ini.
VIVA BURUH INDONESIA! VIVA BURUH INTERNASIONAL!
Peringatan Hari Buruh Internasional bertepatan dengan kenaikan Isa Al-Masih. Seluruh elemen buruh dan serikat kerja mesti bersatu menggalang solidaritas. Aksi turun ke jalan sebaiknya dilakukan secara simpatik dengan mengedepankan kualitas isu dan wacana yang membumi. Peningkatan kualitas hidup kaum buruh atau pekerja mesti semakin dikedepankan ditengah kegalauan perekonomian kita. Buruh juga manusia yang butuh kehidupan yang layak, anak-anak kaum buruh perlu mendapat kesempatan hidup seperti halnya anak-anak para pemodal dan pengusaha besar negeri ini.
VIVA BURUH INDONESIA! VIVA BURUH INTERNASIONAL!
Senin, 14 April 2008
PREFERENTIAL OPTION FOR THE POOR
Sekali lagi prinsip "preferential option for the poor" merupakan spirit yang semestinya hidup dan wajib dijalani oleh setiap pemimpin negeri ini. Kesetiaan untuk senantiasa membuka diri dan hati bagi mereka yang hidupnya tertindas secara struktural dan kultural adalah keniscayaan.
Sungguh menyayat hati dan menangis melihat pemimpin negeri ini hanya bisa menangisi kisah film Ayat-Ayat Cinta yang konon fenomenal karena 'mendatangkan seluruh dunia' untuk menyaksikannya. SBY adalah figur yang membawa seluruh dunia itu lewat para dubes negeri sahabat ke bioskop. Bagi pemimpin negeri ini, barangkali menangis menonton Ayat-Ayat Cinta jauh lebih penting ketimbang kaum miskin dan yang dimiskinkan di seluruh pelosok negeri ini. Kebutaan mata kita terhadap kemiskinan menjadikan kita hanya melek popularitas dan politik pencitraan ketimbang setia mengabdi bagi negeri. Wallahualam
Sungguh menyayat hati dan menangis melihat pemimpin negeri ini hanya bisa menangisi kisah film Ayat-Ayat Cinta yang konon fenomenal karena 'mendatangkan seluruh dunia' untuk menyaksikannya. SBY adalah figur yang membawa seluruh dunia itu lewat para dubes negeri sahabat ke bioskop. Bagi pemimpin negeri ini, barangkali menangis menonton Ayat-Ayat Cinta jauh lebih penting ketimbang kaum miskin dan yang dimiskinkan di seluruh pelosok negeri ini. Kebutaan mata kita terhadap kemiskinan menjadikan kita hanya melek popularitas dan politik pencitraan ketimbang setia mengabdi bagi negeri. Wallahualam
Langganan:
Postingan (Atom)