Pilihan

Tampilkan postingan dengan label Jossef Lawe Oyan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jossef Lawe Oyan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

BUKAN "STM"


Sajian di The Teebox Cafe Jakarta membuatku sangat menyesal. Sajian luar biasa tak dapat dihindari tapi tak juga dapat dinikmati dengan leluasa. Sepiring Mie sebelum melaju kesana kadung membuat perut kenyang luar biasa. Akhirnya aku hanya mencicipi seadanya dan harus merelakan sajian berselera dan berkelas disitu. Niko, sahabat yang mengajakku malam itu hanya menertawakanku dalam keadaan itu.

Aku mengenang kembali masa dimana dulu awal membangun kebersamaan dan proses pengakuan satu sama lain sebagai seorang sahabat, sebagai seorang saudara. Seusiaku saat ini, aku baru mengakui persahabatan bukanlah sebuah hal yang mudah. Tak mudah mendapatkannya, tak mudah pula menjalaninya. Sepanjang pengalamanku, seorang sahabat adalah seorang pribadi lain yang menjadi bagian dari diri kita. Tak terpisahkan. Sahabat menjadi bagian dari dirimu sehingga ia hadir untuk menjadikan hidupmu sebagai sebuah proses yang menumbuhkan kebaikan.

Tak mudah mengatakan pula pada seseorang bahwa dia sahabat. Sebab bagiku saat mengatakan sahabat artinya aku akan menjadi seorang yang hadir dalam hidupnya dan menjadikannya pribadi yang lebih baik lewat persahabatan. Begitu pula aku bersyukur bahwa